From Dreams to Reality: My Unforgettable Journey at APFSD 2025 in UNCC Bangkok
One fine day, my conversations with people are often filled with dreams.
"I really want to work in a field related to the United
Nations (UN) abroad," I said enthusiastically.
"That’s an incredibly tough dream. Forget about working there, just getting an internship at a UN office is extremely competitive," replied a young man who always wore short pants. 😆
Today, February 24, 2025, marks a historic moment in my life. For the first time, I stepped into the United Nations Conference Center (UNCC) in Bangkok, Thailand. Never in my wildest dreams did I expect to attend the 12th Asia-Pacific Forum on Sustainable Development (APFSD) as a delegate representing the International Movement of Catholic Students (IMCS) Pax Romana and the International Youth Training Centre (IYTC).
APFSD is an inclusive annual intergovernmental forum aimed at
reviewing and supporting the progress of the 2030 Agenda and the Sustainable
Development Goals (SDGs) at the regional level. The forum is organized by the
Economic and Social Commission for Asia and the Pacific (ESCAP).
Standing in front of the UNCC building, I felt as if I were in New York, where the UN headquarters is located. However, entering this venue was not as easy as I had imagined. Security was extremely tight, requiring an official invitation with a unique barcode and passing through strict screenings similar to airport security. My team and I went through the first security checkpoint, only to face a second screening before reaching the registration desk to print our participant badges.
Unfortunately, I only had access to the Side Events, not the
Main Event. Our organization was only allowed to send a maximum of four people
to the Main Event, but we arrived as a group of eight. As a result, four of us
were not granted full access. While the Main Event was taking place, we spent
time outside, exploring the exhibition booths lining the terraces on each
floor.
At the registration desk, we received our participant badges along with a small souvenir, a flash drive with the United Nations ESCAP logo. I felt both excited and nervous, unsure whether I could contribute effectively in this forum. However, with confidence, I took the escalator to the second floor to check the meeting rooms. Along the terrace, various exhibition booths from international organizations showcased fascinating information.
I didn't miss the chance to take photos at the photobooth and
among the rows of world flags, an iconic UNCC feature.
"I really want to take a photo inside ESCAP Hall. Let me
know when the Main Event is over or when the room is empty so I can
enter," I asked my friend who had full access.
The facilities at UNCC were excellent. Numerous workspaces
were equipped with ergonomic desks and chairs, complete with multiple sockets
in the center of each table. The WiFi was exceptionally fast. It was truly an
incredible experience! However, the weather in Bangkok during February, as
summer began, made the atmosphere a bit hot.
During the four days of this forum, my team and I not only participated in discussion sessions but also visited various NGO offices relevant to our organizations for exposure and networking.
Here are my reflections on each day of APFSD 2025:
📍 Day 1 at APFSD 2025! I felt honored to represent IMCS & IYTC at
APFSD, a significant forum bringing together governments, UN agencies, civil
society, and youth to review the progress of the 2030 Agenda and SDGs.
This year, the forum focused on five main goals:
✅ SDG
3: Good Health and Well-being
✅ SDG
5: Gender Equality
✅ SDG
8: Decent Work and Economic Growth
✅ SDG
14: Life Below Water
✅ SDG
17: Partnerships for the Goals
I also had the opportunity to network with inspiring
organizations such as Save the Children, INFID (Indonesia), WMAM (Malaysia),
and the Fossil Fuel Non-Proliferation Treaty Initiative, which focuses on
climate action and clean energy.
📍 Day 2 at APFSD 2025! The second day was filled with discussions on SDG
implementation through Voluntary National Reviews (VNRs) and private sector
partnerships. I attended various discussion sessions and joined the Bangkok
Consultation on the Global Agenda 2025, initiated by APSD, ADA, GCAP, and GS
WATCH.
📍 Day 3 at APFSD 2025! We examined regional progress in achieving the
SDGs. Some of the challenges still faced include:
🔹 SDG 3: Mental health issues and road safety remain major concerns.
🔹 SDG 5: Women's representation in decision-making is still low.
🔹 SDG 8: Youth unemployment and gender pay gaps continue to be critical
issues.
🔹 SDG 14: Stronger cooperation is needed to protect marine ecosystems.
🔹 SDG 17: Financial challenges and rising costs of food and fuel slow down
progress.
I also attended a discussion on gender equality and social
inclusion in climate and energy policies with the Center for Women’s Resources.
📍 Day 4 at APFSD 2025! On the final day, we consolidated the insights
gained throughout the forum. We also visited several NGO offices to explore
potential collaborations.
This experience has been incredibly valuable. It reinforced
my belief that working for the UN or an international organization is not an
impossible dream. I will continue to learn, grow, and contribute to the world!
✨ Dream
big, work hard, and make it happen! ✨
Perjalanan di APFSD 2025!
Saban hari, percakapan singkatku
dengan seseorang selalu dipenuhi dengan impian.
"Aku pengen sekali kerja
yang ada hubungannya dengan UN (United Nations) di luar negeri," ucapku
penuh semangat.
"Mimpimu itu berat sekali.
Jangankan bekerja, untuk magang di kantor UN saja persaingannya sangat
ketat," jawab pria muda yang hobi memakai celana pendek.
Hari ini, 24 Februari 2025,
adalah momen bersejarah dalam hidupku. Untuk pertama kalinya, aku menginjakkan kaki di United
Nations Conference Center (UNCC) di Bangkok, Thailand. Tak pernah kusangka, aku
berkesempatan menjadi delegasi di 12th Asia-Pacific Forum on Sustainable
Development (APFSD), mewakili International Movement of Catholic Students
(IMCS) Pax Romana dan Indigenous Youth Training Centre (IYTC).
APFSD merupakan forum tahunan
yang berskala antar-pemerintah guna mendukung tindak lanjut dan peninjauan
kemajuan Agenda 2030 serta Sustainable Development Goals (SDGs) di tingkat
regional. Forum ini diselenggarakan oleh Economic and Social Commission for
Asia and the Pacific (ESCAP) dan menjadi wadah bagi berbagai pemangku
kepentingan untuk berkolaborasi dalam mencapai tujuan pembangunan
berkelanjutan.
Saat berdiri di depan gedung
UNCC, aku merasa seperti sedang berada di New York, tempat kantor pusat PBB
berada. Namun, memasuki area ini tidaklah semudah yang kubayangkan. Keamanan di
sini sangat ketat, dimulai dari pemeriksaan izin masuk dengan barcode khusus
hingga pemeriksaan ketat layaknya di bandara. Aku bersama timku berjalan
melewati pemeriksaan pertama, namun ternyata masih ada pemeriksaan kedua
sebelum akhirnya kami sampai di meja registrasi untuk mencetak kartu identitas
peserta.
Sayangnya, aku hanya mendapatkan
akses untuk Side Event, bukan Main Event. Organisasi kami hanya diperbolehkan
mengirimkan maksimal empat orang ke Main Event, sementara kami datang dengan
jumlah delapan orang. Empat di antara kami tidak mendapatkan akses penuh. Saat
Main Event berlangsung, kami hanya bisa menunggu di luar sambil mengunjungi
berbagai exhibition booth yang berdiri megah di sepanjang teras setiap lantai.
Di meja registrasi, kami
mendapatkan kartu peserta beserta suvenir kecil berupa flashdisk dengan logo
United Nations ESCAP. Aku merasa senang sekaligus gugup. Aku khawatir apakah
aku bisa memberikan yang terbaik dalam forum ini. Namun, dengan penuh keyakinan,
aku melangkah ke lantai dua menggunakan eskalator untuk mengecek lokasi
ruangan. Di sepanjang teras, berbagai exhibition booth dari lembaga dan
organisasi internasional berdiri dengan informasi yang sangat menarik.
Aku tidak melewatkan kesempatan
untuk berfoto di photobooth dan di antara deretan bendera dunia yang menjadi
ikon UNCC.
"Aku ingin sekali berfoto di
ESCAP Hall. Tolong kabari kalau Main Event sudah selesai atau kosong, biar aku
bisa masuk," pintaku kepada temanku yang memiliki akses ke Main Event.
Akhirnya, di hari kedua, aku
berhasil masuk ke dalam ruangan ESCAP Hall. Dengan cepat, aku mengabadikan
momen di dalamnya. Aku sungguh terpana dengan besarnya hall tersebut. Aku pun
mencoba alat translator, namun karena tidak ada pembicara yang berbicara saat
itu, alat tersebut tidak berfungsi. Aku menunggu kesempatan hingga akhirnya
bisa menggunakannya saat Main Event berlangsung. Ternyata, UNCC menyediakan
layanan interpretasi untuk enam bahasa resmi PBB: Arab, Mandarin, Inggris,
Prancis, Rusia, dan Spanyol.
Fasilitas di UNCC sangat nyaman.
Ada banyak ruang kerja dengan meja dan kursi ergonomis, lengkap dengan multiple
socket di tengah-tengah meja. WiFi di sini juga sangat cepat. Sungguh
pengalaman yang luar biasa! Namun, cuaca Bangkok di bulan Februari yang mulai
memasuki musim panas membuat suasana sedikit gerah.
Selama empat hari di forum ini,
aku dan tim tidak hanya mengikuti sesi diskusi, tetapi juga mengunjungi
berbagai kantor NGO yang relevan dengan organisasi kami untuk melakukan
exposure.
Berikut adalah refleksiku setiap
harinya selama APFSD 2025:
📍 Day 1 at APFSD 2025! Aku merasa
terhormat bisa mewakili IMCS & IYTC dalam APFSD, sebuah forum penting yang
mempertemukan pemerintah, PBB, masyarakat sipil, dan pemuda untuk meninjau
kemajuan Agenda 2030 dan SDGs.
Tahun ini, forum berfokus pada
lima tujuan utama:
✅ SDG 3: Kesehatan dan
Kesejahteraan yang Baik
✅ SDG 5: Kesetaraan Gender
✅ SDG 8: Pekerjaan Layak dan
Pertumbuhan Ekonomi
✅ SDG 14: Kehidupan di Bawah Air
✅ SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai
Tujuan
Aku juga berkesempatan untuk
berjejaring dengan organisasi inspiratif seperti Save the Children, INFID
(Indonesia), WMAM (Malaysia), dan Fossil Fuel Non-Proliferation Treaty yang
bergerak di bidang aksi iklim dan energi bersih.
📍 Day 2 at APFSD 2025! Hari kedua
dipenuhi dengan diskusi tentang implementasi SDGs melalui Voluntary National
Reviews (VNRs) dan kemitraan sektor swasta. Aku menghadiri berbagai sesi
diskusi serta bergabung dalam Bangkok Consultation on the Global Agenda 2025
yang diinisiasi oleh APSD, ADA, GCAP, dan GS WATCH.
📍 Day 3 at APFSD 2025! Kami melacak kemajuan regional dalam pencapaian
SDGs. Beberapa tantangan yang masih dihadapi di antaranya:
🔹 SDG 3: Masalah kesehatan mental dan
keselamatan jalan masih menjadi perhatian utama. 🔹 SDG 5: Representasi perempuan dalam
pengambilan keputusan masih rendah.
🔹 SDG 8: Pengangguran pemuda dan
kesenjangan upah gender masih menjadi isu utama. 🔹 SDG 14: Perlindungan ekosistem laut
memerlukan kerja sama yang lebih kuat.
🔹 SDG 17: Tantangan keuangan dan kenaikan
harga pangan serta bahan bakar memperlambat kemajuan.
Aku juga menghadiri sesi diskusi
tentang kesetaraan gender dan inklusi sosial dalam kebijakan iklim dan energi
bersama Center for Women’s Resources.
📍 Day 4 at APFSD 2025! Di hari
terakhir, kami menyimpulkan berbagai insight yang didapat selama forum. Kami
juga mengunjungi kantor beberapa NGO untuk menjajaki kerja sama lebih lanjut.
Pengalaman ini sangat berharga
bagiku. Aku semakin yakin bahwa impian untuk bekerja di UN atau organisasi
internasional bukanlah sesuatu yang mustahil. Aku akan terus belajar, berkembang, dan berkontribusi
bagi dunia!
✨ Dream
big, work hard, and make it happen! ✨
Thank you for visiting my blog! Have a good day!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar